Apakah penting segmentasi pasar itu

Apa sih segmentasi pasar itu? Apakah penting segmentasi pasar itu?

Saya ada pertanyaan apa bedanya soto ayam dan soto daging? Kenapa ada yang suka soto ayam dan tidak mau soto daging? Dan kenapa ada orang yang suka soto ayam tambah jeroan? Ada yang jawab karena setiap orang punya selera dan kebutuhan yang berbeda beda ! . Yup itu benar ada yang seleranya lebih senang makan soto daging karena kalau makan soto ayam alergi, dan yang makan soto ayam plus jeroan merasa ada yang kurang jika tidak pakai jeroan. Namun ada juga yang dulu suka makan soto ayam plus jeroan lalu tidak makan lagi karena di larang Dokter sebab berdampak ke kolesterolnya . AHA ! ternyata selera juga bisa di kendalikan oleh penyakit dan kebutuhan medis. Jadi Apakah penting segmentasi pasar itu ?

Saya sering menemukan bahwa banyak pengusaha yang mengganggap semua pelanggan sama. Anggapan bahwa pelanggan memiliki selera yang mirip di karenakan tinggal atau hidup di Negara yang sama. Padahal setiap orang memiliki karakter dan selera yang berbeda. Bahkan pelanggan yang sama bisa memiliki perilaku yang berbeda dalam waktu yang berlainan. Tindakannya di pengaruhi ketika sedang senang hati atau bersedih hati. Nah untuk itulah kita perlu melakukan segmentasi pasar. Jadi segmentasi pasar itu apa? Dengan bahasa sederhana segmentasi adalah proses pengelompokkan pelanggan yang didasari kesamaan karakter tertentu. Semisal berdasarkan pada kesamaan fisik, umur, jenis kelamin, ras, aktivitifas fisik , sifat, kebiasaaan atau perilaku konsumen ini kalau lebih spesifik.

Jadi segmentasi adalah proses metani (bhs jerman)  atau pemetaan pelanggan. Kegunaanya untuk mengetahui cara yang efektif untuk melakukan komunikasi dan pendekatan yang tepat untuk setiap segmen pelanggan. Contoh kalau kuliner  atau makanan pada umumnya untuk pelanggan remaja lebih cenderung berani mencoba menu makanan yang baru dan unik. Agak berbeda dengan pelanggan yang sudah berumur semisal diatas 45 tahun yang akan memperhatikan kebersihan , isi kandungan makanan karena dengan faktor umur dan penyakit yang di miliki maka dalam hal memilih makanan akan di kaitkan dengan kesehatan. Ada juga tipe pelanggan yang ingin dilayani dengan cepat ada juga yang lebih senang di ajak ngobrol, ada pelanggan yang hobi menawar ada yang suka harga pasti, ada yang pelanggan yang tidak suka penjual yang cerewet , namun ada juga pelanggan yang selalu minta informasi . AHA..! ternyata ada banyak tipe pelanggan anda ya  , dan ini lah menjadi tugas divisi marketing untuk melakukan segmentasi guna menunjang strategi pemasaran yang tepat guna. Kemarin saat presentasi di Surabaya saya jelaskan untuk kebiasaan untuk pemetaan pelanggan secara detil karena ini berkaitan erat dengan strategi dan evaluasi di masa mendatang. jadi Apakah penting segmentasi pasar itu ?

Jika perusahaan perusahaan besar dengan merek merek kuat , mengucurkan dana ratusan juta hingga puluhan milyar untuk melakukan riset tentang pola perilaku pelanggan , maka untuk skala UKM bisa juga dilakukan dengan pendekatan pendekatan yang sederhana namun tetap efektif. Masih ingat bahasan saya tentang manfaat survey pelanggan yang diantara bisa untuk meningkatkan omset dan profit perusahaan selain untuk mengukur tingkat kepuasan brand juga untuk melihat kebutuhan atau harapan harapan yang di inginkan pelanggan. Diantara hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengenali pelanggan melalui interaksi semisal ajak ngobrol santai sambil menunggu pesanan datang ya, 5 sampai 10 menit cukup bahkan kalau pelanggan nyaman bisa ngobrol agak lama, namun jangan sampai lama dan ber jam jam hehe

Kenali karakternya dan buat pemetaan pelanggan.

Ketika anda sering ber interaksi dengan pelanggan maka akan lebih mengenal tipe tipe pelanggan yang sering datang atau sering membeli dan ternyata kalau diamati setiap pelanggan tertentu juga punya kemiripan profesi, jenis perumahan, hobi dll. Anda pernah mengamati kenapa sekarang ada minuman dan makanan (snack) dalam kemasan lebih kecil ? tahukah anda karena ada pelanggan yang sering tidak habis minum air dalam ukuran besar , tahukah anda ada pelanggan yang lebih suka makan kacang/camilan dengan ukuran kecil , namun ada juga yang lebih memilih ukuran besar untuk di makan dan simpan lagi atau untuk di makan rame rame. Pahami tipe pelanggan anda secara mendalam karena bisa menjadi modal dalam meng identifikasikan secara cepat pelanggan potential.

Tidak semua pembeli itu pemakai langsung produk / jasa anda.

Ketika saya mendiskusikan hal ini dengan beberapa pengusaha , saya melontarkan pertanyaan pancingan, pak apakah setiap produk yang dibeli artinya pasti di pakai oleh si pembeli? Jawabannya menarik untuk dibahas sebagai pembelajaran. Ada yang mengatakan bahwa iya pasti di pakai contohnya orang datang ke toko saya beli baju terus coba cocok dan dibeli , lalu saya Tanya apakah bapak yakin baju itu untuk dipakai sendiri? Di jawab beliau, kemungkinan iya coach , karena sudah mencoba dan cocok lalu beli. Lalu saya Tanya apakah ada kemungkinan baju itu untuk hadiah ? atau pembeli tadi membelikan untuk anaknya? Untuk keponakannya? Untuk suami nya? . Lalu beliau berpikir iya juga sih coach .. AHA ternyata tidak semua pembeli itu pemakai langsung produk / jasa anda. Coba ingat ingat pernahkah bapak nitip sesuatu ke teman misal minta di belikan nasi goreng udang , namun teman anda tidak bisa makan udang karena alergi ( kayak saya hehe). Artinya teman anda itu pembeli namun pemakai adalah anda.

Atau seorang istri yang membelikan baju suaminya yang selalu nurut selera istri karena suaminya suka bingung kalau di suruh milih sendiri hehe. Atau seorang ibu yang memilih membelikan pampers untuk bayinya disini si ibu tadi sebagai pembeli namun bukan pemakai langsung J. Nah diantara strategi yang sering saya sharing yaitu boleh dengan bertanya atau membuat survei singkat bisa menjadi cara sederhana untuk pemetaan pelanggan. Ada dalam model bisnis tertentu pengambil keputusan yang dominan seringkali bukan pembeli, bisa orang tua, mertua atau sosok yang di hormati contoh semisal di laksmi Islamic wedding service , properti , investasi . AHA .. jadi anda harus memulai membangun riset untuk membuat strategi berbasis pelanggan anda. Coba analisa lagi kalau terjadi penurunan omset jangan jangan anda belum maksimal dalam melakukan segmentasi pelanggan ? Apakah penting segmentasi pasar itu