Cara meningkatkan omset usaha toko kelontong

Bagaimana cara meningkatkan omset usaha toko kelontong

Menjawab pertanyaan yang dikirimkan ke saya, tentang cara meningkatkan omset usaha atau penjualan toko kelontong yang sudah berjalan 3 tahun lebih dan sedang mengalami penurunan omset penjualan. Semoga tulisan ini bisa memberikan ide dan inspirasi yang bisa di implementasikan untuk usaha atau bisnis toko kelontong para pembaca setia blog ini.

Sebelum membahas tentang cara meningkatkan penjualan toko kelontong, adalah penting mengetahui hal utama dari jenis dan model bisnis / usaha toko kelontong ini sangat penting, agar tahu apa yang mendasari dan yang memotivasi konsumen atau pelanggan anda untuk datang ke warung atau toko kelontong anda, secara general semisal lengkap dan secara khusus semisal boleh bon hehe, ini biasa di lakukan dan punya potensi bisa jadi masalah usaha toko kelontong tutup.

Meski saya tidak cukup mendapatkan data tentang usaha toko kelontongnya, namun ada beberapa point penting yang bisa dijadikan acuan dalam menemukan strategi dan taktik untuk peningkatan omset atau penjualan.

Lakukan riset dan survei skala kecil

Mulai dengan existing kastemer atau pelanggan sekarang anda, dengan cara bertanya yang sederhana kepada para pelanggan, hal apa saja yang membuat mereka datang ke toko kelontong, lalu anda catat semisal apakah karena bisa hutang, ini memang biasa terjadi dalam bisnis atau usaha toko kelontong skala rumahan yang masih menjalankan managemen tradisional antar tetangga atau yang sudah kenal bisa hutang dulu dan bayar belakangan, meski ini punya resiko namun jika anda tahu cara memimalisir resiko terhadap pola hutang, ini bisa menjadi nilai tambah warung atau toko anda, ingat semua bisnis Pasti ada Resiko yang membedakan adalah cara menangani resiko tersebut.

Ketahui kompetitor langsung anda

Ada dua jenis kompetitor dalam bisnis yaitu direct dan indirect, misal anda membuka usaha toko kelontong masuk di perumahan dan di Ruko depan perumahan ada Alfamart atau Indomaret, maka Alfamart atau Indomaret bisa di sebut Indirect competitor atau bukan kompetitor langsung anda, karena mereka memiliki USP , Strategi dan Taktik yang berbeda , meski produk yang di jual mirip dengan toko atau warung kelontong anda.

Temukan kenapa pelanggan mau membeli dari anda, cara termudah adalah langsung dengan bertanya kepada pelanggan anda.