cara meningkatkan penjualan toko roti

Cara meningkatkan penjualan toko roti

Beberapa bulan lalu tahun 2016 saya pernah mendapatkan klien yang ingin konsultasi cara meningkatkan penjualan toko roti yang sudah di rintis selama 15 tahun lebih dan dulu cukup terkenal di kota Malang, namun mohon maaf tidak bisa saya sebutkan secara terbuka karena sudah janji. Beliau menceritakan asal muasal usaha pembuatan roti yang sudah telah di jalankan oleh orang tuanya dan kemudian kini diteruskan oleh anak – anaknya . Dulu awalnya usaha rotinya di jajakan dengan konsep berkeliling menggunakan mobil dan sepeda motor, dengan cara mendatani warung warung dan toko toko untuk dititipi roti atau biasa disebut sistem konsinyasi, dengan cara menaruh roti roti lalu dalam 3 hari didatangi lagi untuk di ambil dan diganti dengan roti yang baru. Seiring waktu beliau merasakan penjualan semakin menurun dan kalah dengan pemain pemain usaha roti baru yang mulai bermunculan di kota malang. Maka beliau mencoba membuka toko roti di pinggir jalan kota malang dengan harapan akan bisa membantu meningkatkan penjualan roti karena berada di pinggir jalan memanfaatkan traffik jalan utama. Namun yang terjadi kenyataan di lapangan tetap tidak banyak membantu pertumbuhan penjualan usaha roti meski sudah menjalankan metode keliling dan buka toko roti

Maka beliau berpikir bagaimana cara meningkatkan penjualan toko roti dan yang menarik beliau bertemu dengan saya setelah mencari informasi dari google tentang cara meningkatkan omset penjualan usaha, singkat cerita kami bertemu dan ngobrol tentang usaha roti keluarga yang sudah lebih dari 15 tahun namun stagnan dan semakin kesulitan

Dari obrolan tersebut saya membuat analisa dan kesimpulan singkat sebelum menganalisa lebih dalam, maka muncul analisa cepat bahwa.

  • Selama ini produk roti merek xxxx yang sudah lebih dahulu ada di kota malang tidak melakukan inovasi baik produk, layanan dan strategi bauran
  • Dibanding kompetitor head to head ditemukan kompetitor kompetitor yang lebih baru muncul di kota malang namun sudah mendapat hati dan kepercayaan konsumen karena kompetitor outlenya lebih punya daya tarik dan strategi yang membuat pelanggan datang, saya temukan ada banyak keunggulan kompetitor
  • Sebagai pengusaha, beliau tidak memperhatikan bahwa kemasan roti bisa mempengaruhi orang untuk membeli , dibanding kompetitor kemasan mere xxxx punya klien saya ini tidak menarik dan bahkan terkesan roti murahan.
  • Tidak menghitung dengan tepat mengenai HPP, Margin sehingga tidak tahu berapa sebenarnya keuntungan yang didapat secara tepat.
  • Tidak memiliki system dan menjemen yang efektif mulai dari SDM, Operasional, Keuangan , Sales dan Marketing serta Branding.

Masih banyak catatan catatan yang saya temukan, dan ini menjadi pertimbangan penting kenapa roti yang sudah 15 tahun berdiri malah kalah bersaing dan semakin turun omset penjualannya.

Saya dan team mulai melakukan riset serta analisa kompetitor, target market, segmentasi dan positioning usaha klien , dan dari sana muncul beberapa rekomendasi strategi dan action plan tentang cara meningkatkan penjualan toko roti yang dimiliki klien saya.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menganalisa data data 1 tahun terakhir bahwa kalau ada 3 tahun terakhir, namun ini yang menjadi masalah bagi UKM yaitu mereka tidak membiasakan mencatat dan mendokumentasikan sehingga sulit untuk membuat data data yang diperlukan untuk analisa. Maka saya dan team melakukan survey dan sampling untuk mengetahui pelanggan loyal, jumlah pelanggan baru, jumlah repeat order, jumlah transaksi rata rata, karakter pelanggan dan lain lain.

Bagi anda yang memliki usaha roti dan punya toko roti , maka cara meningkatkan penjualan toko roti yang paling penting adalah mengukur tingkat pertumbuhan konsumen baru, konsumen lama serta kepuasan konsumen, strategi dan taktik marketing yang pernah digunakan serta dampaknya.