Cara menulis iklan yang efektif

Cara menulis iklan yang menarik isi dompet 🙂

Apakah anda pernah memasang iklan di Koran atau di radio? Dan berharap setelah iklan tersebut di tayangkan maka akan banyak orang-orang yang datang ke toko atau tempat anda untuk membeli dan memborong produk anda? Namun tatkala tidak ada satupun yang datang atau mungkin hanya beberapa kastemer (klien) yang datang dan hanya terjadi sedikit penjualan !. ini tidak seperti yang anda bayangkan bahkan harapkan. Apakah ini berarti iklan di Koran atau di radio tidak efektif?. Jika anda bertanya kepada saya maka, jawabnya 100% adalah bahwa iklan di Koran dan di radio masih sangat efektif, apabila dilakukan dengan terukur dan tepat.

Peran media Koran dan radio sama dengan media lainnya, hanya sebagai sarana mengkomunikasikan bisnis anda, ibarat sepatu bola yang dipakai ronaldo atau messi, jika diberikan ke orang yang tidak memiliki skills yang luar biasa, tentu sepatu bola ronaldo pun tidak akan berguna. Atau ibarat alat lukis di tangan seorang pelukis yang terlatih, sebuah kain kanvas yang harganya mungkin tidak lebih dari Rp 100.000,- akan menjadi sebuah lukisan dengan harga 10x lipat bahkan lebih. Jadi bukan medianya tapi siapa orang yang menggunakan media tersebut.

Iklan yang bagus adalah iklan yang menghasilkan respon dan menarik dompet atau mendatangkan uang (sale), ingat hal ini. Jadi bukan desainnya yang bagus, bahasanya yang lucu atau mempesona. Kalau lucu, mempesona dan menghasilkan penjualan berarti iklan tersebut layak disebut iklan yang efektif.

Saya pernah beberapa kali bertemu dengan klien yang menceritakan bahwa jera atau kapok dalam memasang iklan di Koran atau di radio sebab tidak menghasilkan dampak, padahal Koran atau radio memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh media lain.

Beberapa kesalahan dalam menulis iklan di Koran atau memasang iklan di radio.

  • Tidak memiliki Strategi (anda bisa baca perbedaan strategi & taktik)
  • Tidak mengetahui target market yang spesifik ( anda tidak bisa menjual ke semua orang )
  • Tidak menggunakan tes dan ukur
  • Tidak memiliki kekuatan dan alasan yang kuat dalam iklan agar orang mau datang
  • Tidak mengetahui konsep “area” dan faktor psikologis kastemer (klien)
  • Terlalu yakin iklannya akan sukses
  • Tidak memiliki USP yang menjadi identitas khusus bisnis
  • Tidak memiliki headline yang sulit di tolak

Saya menyarankan untuk membuat beberapa iklan dan anda lakukan tes dalam skala kecil untuk mengetahui mana yang menghasilkan penjualan, ingat tujuan anda iklan adalah mendatangkan penjualan, bukan sekadar brand. Memang membangun brand itu penting, tapi membangun brand tidak bisa dilakukan dengan instant (cepat) sedangkan anda butuh penjualan, bukankah tujuan bisnis adalah menghasilkan uang?. Terlebih akan bagus jika anda melakukan kedua hal yaitu menghasilkan penjualan (sales) dan membangun brand anda.

Tip berikut bisa menjadi pertimbangan anda dalam menulis iklan yang menghasilkan penjualan.

  • Anda harus memiliki strategi bagaimana iklan tersebut akan mampu menggerakkan orang-orang, maka cara simple (sederhana) adalah mengingat bahwa manusia secara alami bergerak atas dasar Ingin memiliki lebih banyak, Ingin sesuatu yang bisa membuat mereka lebih baik , dan manusia cenderung menghindari kesengsaraan atau hal-hal yang tidak mengenakkan. Kedua hal tersebut harus ada dalam iklan anda.

Menulis iklan memang sangat mudah, namun yang menjadi permasalahan adalah menulis iklan yang membuat orang bergerak datang, dan iklan anda cukup kuat untuk dipilih atau dibaca dibandingkan ratusan iklan yang lainnya.

Semoga bermanfaat

Salam hangat & jabat erat

Coach Anto, PinBB 32A7FB94 | WA 085755333610