Dahlan Iskan dan Jawa pos mengubah wajah Indonesia

Saya tidak kenal dekat dengan pak Dahlan iskan yang sekarang menjadi menteri BUMN, yang saya ingat puluhan tahun lalu saat saya duduk di bangku SD kelas 6 dan SMP kelas 1-3 bahwa saya sudah mengenal Koran harian pagi Jawa Pos, dikarenakan saya adalah salah satu penjual Koran jawa pos dan juga sekaligus pengantar Koran atau menjadi loper Koran.

Saya masih ingat jam 04.00 pagi saya wajib bangun untuk mengambil jatah Koran yang harus saya antar ke sekitar 80-90 pelanggan saya lupa angka pastinya karena itu sudah lama sekali. Dan menjadi loper Koran ternyata mengajarkan tentang, Disiplin ,Tanggung jawab, Jujur.

Disiplin karena setiap 04.00 apapun kondisi cuaca dini hari tersebut mau gerimis bahkan hujan deras tetap harus berangkat!, awal-awal saya sangat tersiksa, karena belum terbiasa bangun pagi dan harus mengayuh sepeda menembus hujan deras. Sedangkan jam 07.00 sudah harus masuk sekolah, wow sebuah pendidikan disiplin yang luar biasa, di saat banyak anak SMP seusia saya masih tidur nyenyak saya dan banyak teman-teman loper Koran sudah harus merasakan menjadi pribadi yang disiplin dalam mengatur waktu tidur, sekolah, istirahat dan belajar.

Tanggung Jawab, menjadi loper Koran juga harus memiliki rasa tanggung jawab atau komitmen, karena Koran harus diantar tepat waktu, agar pelanggan Koran tidak kecewa. Cobaan terberat bagi loper Koran yang masih saya ingat adalah hujan deras saat sedang mengantar Koran, maka pilihan berteduh menunggu agar hujan reda harus dilakukan, dan ini artinya harus terlambat sekolah, kalau misalnya tahun tersebut sudah ada handphone, mungkin saya bisa SMS ke Pelanggan Koran mengabarkan kondisi hujan, atau bahkan ke guru bahwa saya terlambat sekolah karena harus mengantar Koran dan sedang kehujanan, tapi itu adalah bagian tugas sebagai loper Koran yang masih berstatus pelajar. Untungnya guru saya juga tahu kalau saya loper Koran dan percaya kalau saya bilang , penyebab terlambat sekolah karena proses mengantar Koran, sebab salah satu guru saya adalah pelanggan Koran saya.

Belajar jujur. Jangan dianggap menjadi loper Koran tidak ada godaan korupsi hehe, seperti pejabat. Saya mengetahui dan mengalami tentang kejujuran terhadap profesi adalah, saat ketemu dengan salah satu teman loper Koran, yang sedang meladeni pembelian Koran yang seharusnya diantar ke pelanggan, saya tanyakan kok dijual apa membawa Koran lebih ? jawab teman saya tersebut santai ‘tidak, ini aja yang dijual mumpung ada yang beli lumayan buat beli sarapan’, lalu saya tanya terus gimana pelangganmu nanti, jawabnya ‘gampang itu bisa diatur’ . waduh ini kayak bahasa pejabat.

Jawa pos semakin berkembang dengan banyaknya prestasi yang diraih, saya bangga dan haru, meski saya bukan karyawan jawa pos, tapi setidaknya saya pernah menjadi bagian dari jawa pos, dan jujur hobi dan minat membaca saya mulai terasah sejak saya menjadi loper Koran, karena setiap Koran datang saya pasti membaca Koran sebentar dan dari sana saya mengenal tentang kekuatan headlines dan artikel-artikel yang menarik.

Jawa pos mengubah wajah Indonesia, lewat media Koran, masyarakat bisa mendapatkan informasi baik yang terjadi di daerah melalui Radar kota, atau Nasional bahkan Internasional dandengan majunya pak Dahlan iskan sebagai menteri BUMN menjadi prestasi bagi perjalan seorang Dahlan Iskan.

Lewat Koran jawa Pos juga saya mengetahui bahwa beliau pak Dahlan Iskan mencalonkan diri sebagai presiden republik Indonesia. Secara sisi Marketing, yaitu Personal Branding Pak Dahlan Iskan sangat kuat mengakar, tulisan-tulisan beliau di jawa pos kerap memberikan gambaran tentang visi dan misi pak Dahlan iskan untuk Indonesia.

Dan seandainya pak Dahlan iskan terpilih sebagai presiden Republik Indonesia, lebih berat dari menjabat pimpinan Jawa Pos Grup atau juga Menteri BUMN. Pun kalau belum terpilih , Pak Dahlan Iskan telah mengubah wajah Indonesia dengan Jawa Pos dan tulisan Manufacturing Hope dan terbaru adalah film sepatu dahlan yang mengisahkan perjalanan seorang dahlan iskan hingga sampai menjadi orang sukses.

Untuk adik-adik yang saat ini sedang menjadi Loper Koran sambil bersekolah atau kuliah, jalani profesi loper Koran dengan hati senang siapa tahu, kelak anda menjadi pemimpin seperti pak Dahlan Iskan.

Kalau anda pembaca blog saya ini kenal pak Dahlan sampaikan, salam saya buat Pak Dahlan Iskan dari mantan loper Koran beliau 🙂