Hanya cari untung saja bisa tutup

Anda akan kecewa kalo mengejar untung dan duit saja.

Kalo bisnis gak ngejar untung terus buat apa bisnis coach? Jawab salah seorang klien, saat sesi coaching. Seolah pernyataan saya tersebut membalik “jalan pemikiran tentang bisnis yang penting untung”.

Bisnis harus untung memang itu betul sesuai dengan arti dari kata bisnis yang bisa ditemukan di kamus bahasa Indonesia atau Wikipedia tentang terminologi Business. Namun yang ingin saya sampaikan adalah proses dari menghasilkan untung tersebut. Sebab kalau hanya mengejar untung dan dapat duit, malah justru membuat bisnis anda akan tutup dalam tempo sesingkat-singkatnya.

saya buat cerita dari contoh kasus yang nyata dan memang pernah saya tangani, ada alumni yang memiliki bisnis dibidang makanan, setelah mengikuti workshop Dobrak Marketing & Selling basic. Beliau mempraktekkan strategi marketing yang di ajarkan, dan Alhamdulillah ada peningkatan yang luar biasa. Selang beberapa bulan tidak ada kabar, tiba-tiba beliau menghubungi saya karena bingung, kok sekarang strategi marketing nya seolah tidak bekerja, saat saya konfirmasi maksud dari tidak bekerja atau tidak manjur lagi, beliau menjelaskan jumlah pengiriman saat 3 bulan pertama luar biasa kencang, namun masuk bulan ke 5 ada penurunan dan tidak ada repeat order. Saya mencoba meminta klarifikasi persoalan dan di email, dari email tersebut saya mulai menemukan potensi-potensi masalah. Yang paling pertama adalah.

Tidak ada repeat order.

Produk makanan dan minuman itu memiliki prinsip utama yaitu Rasa dan Rasa, baru yang lainnya bisa di Magic pakai Marketing. Maka saya mencoba mencari tahu penyebab penurunan dan tidak adanya order yaitu produk yang di promosikan dengan ilmu-ilmu marketing cukup membuat orang tergerak untuk membeli. Namun saat produk tersebut diterima rasanya tidak yang seperti diharapkan. Dan ini masalah serius dalam hal makanan, misal kalau anda jual kripik singkong, yang dikemas dengan baik dan sangat menarik pembeli, setelah di beli dan makan rasanya apek dan tidak renyah, kira-kira pernyataan apa yang akan diungkapkan oleh kastemer tersebut?!.

Mencari pelanggan itu mudah.

Bagi saya strategi mendatangkan pelanggan atau kastemer itu mudah, namun membuat mereka membeli lagi dan membeli, bahkan mereferensikan itu urusan yang serius dan komplek karena melibatkan banyak hal, jika industry makanan dan minuman ya tentunya, rasa dan sekali lagi rasa, yang enak dan memiliki standard kebersihan, keamanan serta kesehatan juga tentunya kehalalan.

Jadi bukan sekadar cari untung.

Jika di bisnis makanan dan minuman, pastikan anda sudah menerapkan standard kepuasan pelanggan dan terus lakukan monitoring serta menemukan cara agar dekat dengan konsumen, sehingga saat ada keluhan misal produk anda baunya apek (tidak sedap baunya) atau tidak renyah lagi. Anda segera tahu cara mengatisipasinya.

Kalau sekadar cari untung, maka anda seolah tutup mata dan menutup telinga tidak mau tahu, yang penting jualan anda laku.

Bisnis itu melayani dengan setulus hati dan memberikan nilai lebih, saya menyebut kompetitor terbesar adalah diri anda sendiri yang harus selalu dituntut memberikan produk dan layanan yang berkualitas dan memuaskan, soal harga, tidak masalah. Asalkan anda tahu bermain di wilayah apa dan mengetahui siapa target market anda.