Keep it simple

Keep it simple.Berpikir sederhana bukan berarti meremehkan, gak perlu gengsi

Keep it Simple, mungkin sering anda dengar atau baca. Tahukah anda bahwa berpikir mudah & sederhana itu bukan hal mudah, artinya seseorang dituntut untuk menyederhanakan proses yang sulit dan ribet untuk menjadi sederhana. Misal dalam proses bisnis anda harus menemukan sisi efisiensi dan memangkas hal-hal yang mubazir, itu artinya anda sedang menyederhanakan proses

Dalam memulai bisnis,misalnya anda sedang mencari lokasi tempat untuk tempat usaha bisa fashion,kuliner atau yang lain. Saat itu dalam benak anda, berpikir mencari ruko yang strategis di pinggir jalan besar.

Dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut memiliki traffik lalu lalang orang sehingga, besar kemungkinan kalo sewa disitu usaha anda akan ramai. Namun disisi keuangan anda tidak memungkinkan untuk melakukan itu, dan anda baru merintis usaha. Akhirnya jalan umum ditempuh melalui mencari permodalan dengan anggunan rumah dan kendaraan bergerak.Gak punya? punya orang tua,mertua,saudara di agunkan. Nah disinilah awal potensi masalah akan muncul, sebab biaya operasional ruko seperti listrik, air, retribusi sampah dan lain-lain itu lebih mahal. Lalu anda baru mendapatkan pinjam kredit modal usaha tanpa pengalaman dibidang bisnis (baca artikel modal usaha itu bukan hal utama).

Kalau menggunakan prinsip berpikir sederhana, mungkin anda bisa memulai dari rumah, bisa garasi atau bahkan sedikit menyulap ruang tamu. ‘Ah , gengsi pak , kurang kredibel’! itu alasan yang sering dilontarkan. Itu persepsi anda yang lebih mengedepankan gengsi padahal gengsi itu tidak membuat kaya, saya sarankan anda membaca buku The Millionnare Next door (2004) and Stop Acting Rich ..and Start living like a real Millionaire (2009). Dan juga biografi orang-orang yang benar-benar kaya.

Saya merintis usaha Advertising, Direct Promotion,Kurir dan Design Grafis dari rumah. Pernah kastemer dari salah satu perusahaan nelpon, tanya alamat dan setelah datang ke kantor (garasi rumah) tidak jadi memberikan project, alasannya sebab tempat saya kurang representative. Hehe. Saya menjawab Alhamdulillah pak, untuk saat ini yang bisa saya lakukan ya dirumah gak sewa ruko, dan lagi saya lebih senang dapat project jutaan tapi cash dari pada puluhan juta tapi pembayarannya 1-2 bulan. Belum lagi MOLOR ,  Itu jawab saya. Profit is KING , tapi CASH is Everthing. Tutupnya bisnis bukan karena gak punya PROFIT tapi gak punya Uang Cash.

Kembali ke pola berpikir sederhana adalah, lebih fokus kepada peluang yang bisa dikerjakan atau di eksekusi dilapangan. Dengan prinsip low cost , bisnis bukan cari kerjaan tapi cari duit, dan kebebasan waktu. itu pesan mentor saya bpk H.Ir Heppy Trenggono saat sesi sharing di salah satu workshop beliau th 2012 silam.

Anda tahu PT WIKA kontraktor terbesar di Indonesia. Direktur Investasi Bpk. Ikuten Sinulingga biasa jalan kaki dari rumahnya di kalibata menuju kantornya di cawang. Menteri BUMN & sekaligus pemilik Grup Jawa Pos, terbiasa kemana-mana naik angkutan umum. Dan masih buanyak banget pengusaha dan orang yang benar – benar kaya, bukan terlihat kaya atau sok ingin dianggap kaya. Ternyata jauh lebih sederhana daripada yang anda pikirkan.

Prinsip sederhana dan menyederhanakan bisnis, bisa anda terapkan dari segala lini. Keep it simple but Profitable.