Kenapa YLKI minta warga tolak uang kembalian jadi donasi di Alfamart

Kenapa YLKI minta warga tolak uang kembalian jadi donasi di Alfamart

Apakah anda pernah berbelanja di Alfamart kemudian uang kembalian receh di bawah Rp 500 ditanyakan oleh kasir untuk disumbangkan?.

Membaca kabar dari media online, salah satunya di situs merdeka.com. Bahwa Sejumlah warga Kota Bekasi, Jawa Barat, mempertanyakan aturan yang diterapkan minimarket Alfamart. Bahwa setiap uang kembalian dengan nilai di bawah Rp 500, akan didonasikan untuk program sosial. Namun faktanya, seringkali uang untuk donasi itu tak tercantum dalam struk belanja !. Coba anda perhatikan apakah uang recehan yang katanya untuk didonasikan tercantum di struk belanja anda? jika tidak maka tentu anda pun bertanya, kemana uang tersebut?

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ikut menyoroti masalah uang kembalian. Menurut YLKI, hal itu merugikan konsumen. Apalagi jika uang kembalian didonasikan tanpa seizin mereka,memang sekilas jika hanya 1-2 orang tidak terasa namun jika di akumulasikan dalam 1 bulan untuk semua gerai Alfamart nilainya bukan lagi menjadi recehan.

Dikatakan oleh YLKI bahwa, merupakan hak warga untuk mempertanyakan sesuatu yang tidak jelas karena merupakan haknya sebagai pelanggan. Kalau untuk donasi harus jelas tujuannya apa? Saya tidak tidak pernah melihat adanya bukti dalam struk pengembalian” kata Ketua YLKI Tulus Abadi ketika dihubungi merdeka.com

Tulus meminta uang kembalian dijadikan donasi ini harus diusut. Selain merugikan pelanggan, perlu kejelasan digunakan untuk apa uang kembalian tersebut. Benarkah untuk donasi? “Harus diusut, jika ditemukan pelanggaran harus diusut. Jangan mencampur-adukan kepentingan sosial dan komersial,” lanjutnya.

Dan YLKI mengimbau masyarakat untuk menolak tawaran untuk menyumbangkan uang sisa belanja jika tidak dijelaskan maksud dan tujuannya.
Sementara itu petugas Alfamart membantah kalau dalam struk belanja tak tercantum nilai donasi dari customer atau pelanggan. Nilai itu tercantum bersama dengan total belanjaan. “Nominalnya sesuai dengan yang diamalkan,” kata seorang karyawan toko Alfamart di bilangan Bekasi Selatan, Ari saat ditemui merdeka.com.

Menurut dia, donasi tersebut dalam struk bertuliskan pundi amal. Dia mengatakan, donasi itu tergantung dari customer atau pelanggan yang belanja. Namun dia tak mau menjelaskan lebih lanjut soal uang donasi itu. “Terserah mau didonasikan atau enggak. Kalau enggak, ya akan dikembalikan sesuai dengan nilai kembalian,” katanya. Sebenarnya jika benar-benar dikelola dengan baik dan profesional kegiatan yang digagas oleh Alfamart tentu akan memberikan manfaat semisal untuk membangun sekolah-sekolah yang sudah rusak/roboh,fasilitas air bersih dan lain-lainnya. Saya percaya bahwa program Alfamart bisa memberi andil yang positif bagi Indonesia, sekaligus mengangkat citra perusahaan yang positif dan peduli kepada kegiatan sosial,jika itu dilakukan dengan profesional dan transparan.