Marketing is Magic

Marketing is Magic

Pernah anda menonton pertunjukan sulap ? baik melalui layar televisi atau datang langsung, mungkin anda pernah mellihat adegan sapu tangan polos warna putih yang dipegang pesulap yang sebelumnya diperlihatkan ke penonton tidak ada apa-apa alias kosong, kemudian diremas-remas oleh tangan pesulap dan sambil menyebut  mantra standard sulap Sim Salabim ..!  maka seketika sapu tangan polos warna putih tersebut berubah menjadi sapu tangan yang penuh corak bunga, bahkan bisa juga berubah menjadi merpati, bunga dan lain lain tergantung selera pesulap. Kemudian penonton tepuk tangan sambil berdecak kagum oleh atraksi sulap tadi.

Saya menyebut Marketing is Magic (*red tunggu jadi bukunya masih cari penerbit *) karena bisa membuat produk yang biasa – biasa saja kemudian menjadi produk yang bermanfaat dan membuat kastemer kagum bahkan kepingin banget memilikinya.

Begitu pun jika anda memahami secara fundamental apa itu Marketing dan juga mengetahui strategi serta cara eksekusi Marketing bagi produk anda, maka ibarat seperti pesulap tadi bedanya tentu waktunya tidak seperti sulap yang bisa terwujud dalam hitungan menit bahkan detik.

Dalam workshop sering kali saat dilontarkan pertanyaan bisnis apa yang prospek, jawabnya beragam ada yang bilang bisnis air minum kemasan / isi ulang, kontrakan / property, fashion Korean style, gamis syar’I , makanan organik, penitipan anak plus bimbel dan lain lain jawabannya.

Bahkan ada yang malah bertanya kepada saya bisnis apa yang prospek sebab beliau sudah gonta ganti bisnis tapi buka terus tutup. Seru banget ya. Apakah anda juga salah satunya yang bingung bisnis apa yang prospek ?

Biasanya saya jawab awal “Tidak ada bisnis yang prospek dan juga tidak ada bisnis yang tidak prospek, karena property bisa juga untung dan juga bisa bikin bangkrut, bahkan ada konglomerat yang bangkrut juga.  Dalam tulisan ini saya tidak membahas tanda – tanda bisnis akan bangkrut karena beda topik.

Kembali ke judul artikel Marketing is Magic. Bahwa dengan sentuhan marketing yang meliputi 4 P bahkan malah sekarang ada yang mengagas 9 P. produk yang biasa seperti air putih (mineral) bisa menjadi produk yang menghasilkan uang banyak. Kacang yang dulu hanya dinikmati dengan cara-cara biasa setelah diberikan sentuhan Marketing maka kacang tersebut bisa menjadi mesin uang bahkan menjadi sponsor klub bola internasional. Banyak contoh – contoh dari penerapan Marketing yang menghasilkan efek Magic , mulai dari kuliner, transportasi, layanan SPA/Salon dll.

Punya produk sederhana atau biasa – biasa saja ? cobalah terapkan Marketing is Magic, mulai dari kemasan (packaging) , cara membuka kemasan bahkan cara menutup kemasan. Cara menikmati sampai cara memesan, bahkan sampai cara membeli dll bisa disulap sehingga menghasilkan kesan wow is Magic.

Di jaman sekarang ini produk bagus pun bisa gak laku, Warung yang menjual makanan yang enak juga bisa kalah omsetnya lho, dengan yang makanannya rasanya biasa-biasa saja. Menurut saya marketing adalah ilmu psikologis yang bukan hanya mampu membaca keinginan kastemer namun juga membaca trend yang akan terjadi dan yang akan lenyap. Marketing juga bisa “Memaksa” orang secara halus untuk membuka dompet dan membayar produk anda, meski awalnya tidak butuh.

Miliki Inovasi & kreativitas

Tanpa inovasi anda akan di tinggal kastemer , dan inovasi bisa berarti merubah, menambah atau bahkan mengurangi, tentunya setiap industri memiliki lingkup inovasi tersendiri. Inovasi juga bisa menjadi bumerang tanpa riset, artinya bisa saja setelah anda memberikan inovasi malah tidak laku. Ingat Aqua yang mengeluarkan produk Air mineral dengan citra rasa buah ? yang akhirnya lenyap di pasar. Namun saat mengeluarkan MiZone hal ini berhasil.

Inovasi & kreativitas adalah hal yang menjadi keharusan bagi setiap bisnis namun jangan terjebak dengan kalimat inovasi tanpa batas, karena bisnis itu ukuran menghasilkan keuntungan atau tidak. Miliki inovasi yang akan menghasilkan keuntungan, caranya ? mulai dari yang sederhana, low cost dan miliki riset untuk membuat inovasi anda menghasilkan efek Wow is Magic.

Anda dan perusahaan happy dan kastemer juga happy. Saya akhiri dengan kalimat Marketing is Magic.!