Mengatasi usaha kuliner yang semakin sepi

Bisnis kuliner memang sangat menggiurkan sehingga banyak sekali orang yang terjun di bidang usaha kuliner, mulai dari yang berjualan ala kaki lama, kedai, warung hingga ber konsep cafe dan resto. Saya mengamati sejak pindah di kota malang bahkan sudah pernah saya tulis sejak 2012 tentang persaingan kuliner di kota malang terutama yang memang memiliki potensi dan daya tarik tersendiri sebagai kota wisata dan pendidikan favorite di indonesia , menjadikan kota malang sangat subur pertumbuhan bisnis kuliner, kos, guest house dan hotel.

Ketika hari selasa tgl 12 september selepas isya, saya bertemu dengan seorang pengusaha yang punya beberapa cafe dan resto dengan tema unik di kota malang untuk konsultasi perihal usaha kuliner nya yang semakin menurun dan juga terlilit hutang yang jumlahnya jauh lebih besar dibanding assetnya yang hanya 3,5 Milyar.

Saya dan beliau bertemu di cafe lain yang memiliki tema unik dan nyaman buat ngobrol dan yang membuat saya menjadi teringat dengan tulisan saya mengenai persaingan bisnis kuliner di malang yang ketat dan bisa dibilang berdarah darah.

Bagaimana bisnis kuliner yang dalam waktu kurang dari 1 tahun harus tutup cepat dan belum balik modal sudah sering terjadi, bahkan saya sendiri pernah di undang diajak teman menghadiri grand opening salah satu cafe di daerah soekarno hatta dengan konsep kekinian.

Ketika saya diminta memberikan tanggapan oleh teman saya mengenai cafe milik temannya saya sampaikan apa adanya kemungkinan tutup tidak sampai 1 tahun dan hasilnya memang akhirnya saya dapat WA bahwa sekitar 6 bulanan tutup cafe nya dan belum balik modal.

Kembali ke pengusaha kuliner yang sedang konsultasi mengenai penurunan omset dan profit yang sangat signifikan drastis, dari omset 10 juta perhari menjadi hanya 4 jutaan, beliau sudah punya usaha kuliner lebih dari 5 tahun dan punya beberapa merek atau brand dan 2 diantaranya sangat terkenal di kota malang dan batu.

Ketika saya memetakan masalah ternyata memang seperti dugaan awal yaitu masalah menejemen, strategi dan kontrol serta pengawasan yang tidak jalan dengan baik. Banyak di jumpai pengusaha kuliner di malang yang tutup tidak sampai 1 tahun hanya sebagaian kecil yang bisa melewati tahun ke 2 ,tahun ke 3 dan bahkan tahun ke 5 , bahkan akhirnya tutup setelah tahuj ke 5 dan masih menanggung hutang.