Meningkatkan Penjualan Spring bed dengan Direct Selling

Meningkatkan Penjualan Spring bed dengan Direct Selling

Saya menuliskan ini karena ada pertanyaan yang masuk tentang bagaimana meningkatkan penjualan spring bed, profesi beliau sebagai seorang sales yang memang dituntut atau tepatnya memiliki tanggung jawab untuk selalu mendapatkan order baru penjualan spring bed dan bisa mencapai target penjualan yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Saya pernah menulis di blog ini juga tentang bagaimana meningkatkan penjualan melalui strategi inbound marketing yang melibatkan tim sales, mungkin bisa anda baca untuk referensi.

Kembali kepada topik tentang bagaimana meningkatkan penjualan sprind bed dengan direct selling , dan untuk membatasi agar tidak terlalu panjang saya akan membuat skenario bahwa anda adalah seorang sales supervisor yang menangani beberapa sales people.

Sebagai seorang sales supervisor maka tanggung terbesarnya bukan kepada target omset pribadi tapi target omset tim dan kalau di break down lagi adalah target omset per orang (sales).Jadi penting sekali bagi sales supervisor untuk menemukan pola yang efektif dalam memotivasi tim sales juga membaca kendala di lapangan, ingat bahwa yang menjual produk bukan hanya perusahaan anda, jadi memahami peta market share se detil mungkin sangat di perlukan untuk bahan kajian ke managemen dan divisi marketing agar bisa dijadikan acuan untuk membuat strategi penjualan spring bed

Sebelum bicara strategi maka coba buat check list seperti berikut, tidak harus mirip tapi memiliki maksud yang sama.

  1. Semua salesman sudah terlatih dalam hal pengetahuan produk perusahaan sedetil mungkin. Buat form skala 1-5 dan berikan kepada setiap orang sales anda
  2. Semua salesman sudah terlatih dalam hal pengetahuan produk kompetitor sedetil mungkin, terutama direct competitor . Buat form skala 1-5 dan berikan kepada setiap orang sales anda
  3. Lakukan spying ke toko2 yang akan anda tawari (jadi sebelum anda bertemu), mengenai produk anda apakah pernah di tawarkan oleh sales lain jika hanya perusahaan anda yang membuat, tujuannya untuk mengetahui track record produk anda, dan jika ini produk baru maka yang anda lakukan adalah malah menanyakan ke pemilik toko sebagai kastemer
  4. Sering saya temuin tantangan terbesar dari direct selling adalah ikatan emosional yang sudah terbentuk antara pemilik toko dengan sales produk atau representatif perusahaan, semisal saya pernah menemui klien yang memiliki usaha furniture yang mengatakan bahwa dia lebih senang mengambil pesanan mebel dari sales A di banding sales lain, meski produknya sama. Anda harus memahami bahwa ini yang paling sulit, meski bukan berarti tidak bisa.
  5. Dalam melakukan spying tuliskan semua apa yang anda dapatkan semisal harga, bahan, model/motif, system pembayaran, komisi/reward serta support yang diberikan oleh perusahaan competitor

Setelah anda mengetahui maka penting sekali untuk langsung memberikan masukan ke pihak management atau Marketing Director tentang apa-apa yang anda temui di lapangan, gunakan mind maps agar mudah dalam membahas situasi, kemudian buat rencana taktis terutama konsep FREE Marketing apa yang bisa anda/perusahaan berikan kepada pemilik toko agar mau menerima produk anda.

Gunakan sepatu pemilik Toko (ini kiasan loh ) bahwa pemilik toko pasti ingin barang laku cepat dan konsumen yang membeli juga puas, ini 2 hal penting bagi pemilik toko. Jadi sekali lagi gunakan Sepatu Pemilik Toko untuk melakukan pendekatan yang mengarah kepada order.

Dan anda harus menemukan formula untuk mencairkan keraguan atau rasa enggan pemilik toko untuk mencoba produk spring bed anda, gunakan pendekatan bertahap dan konsep GRATIS atau COBA DULU + EDUKASI. Demkian bahasan bagaimana meningkatkan penjualan springbed dengan menggunakan direcg selling

Pesan saya untuk memiliki team sales yang handal maka anda harus punya stratregi yang handal mulai dari tahapan rekrutment.