Menjadi sales kekinian jago closing

Menjadi Sales Person Kekinian jago closing.

Mumpung masih hangat selesai diskusi membicara masalah seputar sales team dan peran penting dalam menjaga siklus penjualan , siklus penagihan dan siklus memaintain klien yang menjadi tugas sales person.
Maka akan saya kasih judul menjadi sales person kekinian jago closing dan perbedaan dengan model sales person jaman dulu

Dunia berubah, market juga berubah cepat dan peran dan tugas sales team juga ikut berubah.

Saat ini sales person kekinian tugas nya menjadi lebih luas.
1. Menjadi brand ambasador bagi perusahaan karena semua perilaku yang sales akan di judge sebagai representasi perusahaan.
Contoh ketika ada orang yang di tawari produk kesehatan oleh sales dan ternyata sales ini menggunakan segala cara, pokoknya closing tidak perduli menyampaikan apa yang sebenarnya tidak ada di fitur produk atau yang tidak bisa diberikan oleh perusahaan , akan di sampaikan demi satu tujuan, POKOKE Closing

Benar ketika sales tersebut berhasil merayu dan membuat konsumen percaya terhadap Sales, terhadap Produk, Terhadap Perusahaan maka terjadi Closing

Namun ketika produk dan service tidak sesuai dan konsumen komplain maka disinilah sebenarnya masalah besar sedang di mulai

Kalau dulu ketika belum ada internet , ketika konsumen tidak puas terhadap salesman / salesgirl yang kelililing door to door . Maka konsumen biasanya hanya menyampaikan kekesalan kekecewaan kepada orang terdekat dan biasanya proses penyebaran tidak banyak dan bisa hilang atau terlupakan dengan cepat

Namun ketika internet muncul ditambah munculnya sosial media, kekecewaan pelanggan bisa menyebar ke 100 orang, 200,orang bahkan ribuan orang dengan cepat dan yang lebih mengerikan TIDAK BISA HILANG

Karena tersimpang di fanpage, di website, di blog, di youtube bahkan di forum forum online

Untuk itu setiap sales team wajib di bekali Kode Etik Perusahaan agar saat menjalankan tugas pentingnya tetap membawa dan menjunjung tinggi nilai nilai kejujuran dan menjaga Brand Perusahaan

2. Menjadi bagian dari Riset Market . Banyak perusahaan yang tidak tahu bahwa sales tim bisa memberikan banyak informasi dari sumber terpercaya atau istilahnya sumber pertama

Dan ini bisa di olah menjadi data untuk analisa strategi perusahaan.
Sales person pasti tahu, siapa pelanggannya, saat berkunjung ke rumah klien juga akan tahu tiper rumahnya, lingkungan komplek perumahannya, kendaraanya, jumlah anaknya, gaya hidupnya, perabotan yang dimilikinya dan lain lain

Sales person juga mendapat informasi langsung dari klien atau konsumen mengenai apakah juga menggunakan produk dari kompetitor, apa keunggulan kompetitor, apa kekurangan kompetitor , apa yang paling dibutuhkan klien/konsumen, dan jika tidak jadi membeli sales juga akan tahu, kenapa tidak jadi membeli, apakaj karena harga, apakah karena belum butuh, apakah karena tidak memiliki fitur seperti yang di inginkan klien dan lain lain.

Ini bisa menjadi informasi penting untuk disampaikan ke menejemen sehingga bisa di olah untuk menjadi strategi

3. Sales person juga menjadi bagian dari divisi complaint and risk management secara tidak langsung. Karena ketika terjadi komplain maka konsumen tidak menelpon manager atau direktur bahkan owner. Tapi secara spontan menghubungi sales personnya.
Konsumen/klien akan komplain.

Disini sales person yang dibekali kedewasaan berpikir dan handling complaint akan bisa meredam komplain bahkan tetap membuat konsumen / tetap percaya, bahkan sudah biasa konsumen / klien memaafkan perusahaan karena memandang sales personnya.

Kalau jaman dulu sales di training dengan metode Telling and Selling. Namun di era sekarang sudah menjadi expired sebab konsumen dengan mudah googling atau tanya teman sosmednya.

Saat ini sales person selain harus mengusai product knowledge sendiri dengan baik juga harus mengenal product yang semirip dan sejenis yang ada di pasaran karena jika konsumen mengajukan pertanyaan “kok di xxxx dengan bahan sama persis bisa lebih murah daripada disini,”. Kalau sales person tidak memiliki data maka akan mati kutu jika ada pernyataan seperti itu.

Setelah mengetahui product knowledge dengan baik, maka sales person wajib memiliki motto ASKING,LISTENING AND GIVING THE SOLUTIONS.

ini yang membedakan sales biasa dan sales yang memiliki pendekatan Konsultatif.

Dan Allah sebenarnya sudah memberikan sinyal manusia sukses itu harus banyak mendengar melalui bentuk tubuh manusia yang memiliki 1 mulut dan 2 telinga, artinya harus banyak mendengar dibanding bicara terus ??.

Namun jangan salah persepsi listening di artikan hanya mendengar secara pasif , namun mendengar secara aktif dengan bertanya , urutannya Listening – Asking – Giving Solutions

Ketika sales person menjadi Trusted Advisor maka yang terjadi adalah setiap konsumen/ klien akan rela mereferensikan si sales person tersebut ke kerabat dan rekan atau relasi yang di milikinya , akan terlontar kalimat seperti ini ” Jeng kalau keponakanmu mau menikah dan pingin hasilnya Bagus Mantap pokok e, nanti aku kenalkan dengan mbak lilik sales nya Laksmi enak orang dan bisa ngasih solusi ..jreng jren mulai lah aliran mesin penjualan terjadi tanpa disadari oleh sales person sendiri.??

Ini sesuai dengan

Allah Ta’ala berfirman,

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (Qs: Luqman 16)

Rajin berlatih dengan Role Play

Kegiatan role play ini adalah bagian wajib bisa saya ibaratkan seperti petinju yang sudah jadi juara juga selalu berlatih , atau seperti pemain bola top dunia semisal messi dan ronaldo meski sudah jadi pemain top tetap juga berlatih setiap hari bukan sebulan sekali.

Sekian materi menjadi sales person kekinian jago closing

  1. Semoga Allah menjadikan setiap jerih payah kita tercatat sebagai amal ibadah

materi oleh : Coach Santoso
diarsip oleh CT