persaingan kuliner ayam di malang

Baru beberapa hari kemarin saya melewati jalan sukun menuju karangsono dan saya melihat sebuah ruko yang sedang di renovasi dengan tulisan akan segara dibuka Ayam Goreng xxxxx Dapatkan 500 PORSI Makan Gratis !. Nampaknya brand Ayam Goreng xxx yang dikenal dengan ciri khas sambal pedas dan harga murah di sekitar jalan soehat atau jalan soekarno hatta sudah mulai merambah ke daerah sukun. Saya selalu mengamati perkembangan kuliner di kota malang ini, dan persaingan kuliner ayam di malang akan semakin ketat dengan akan banyaknya makanan yang akan bertema sejenis yaitu ayam goreng sambal dengan harga mahasiswa. Memang bisnis kuliner di malang ini menjanjikan sehingga akan terus muncul persaingan kuliner ayam di malang, siapa yang akan bertahan hingga melewati 5 tahun pertama? maka jawabnya yang bisa menjaga pertumbuhan bisnis kulinernya secara berkesinambungan.

Dulu beberapa tahun lalu di malang ada waralaba yang menjual serba ayam dengan konsep mirip KFC dengan brand AZR yang waktu itu ada di sekitar jalan UIN dan Sigura sigura, saya masih ingat pernah ditelpon salah satu pemilik yang membeli waralaba ayam goreng tadi untuk menyebarkan brosur ketika membuka jasa branding dan promosi yang didalamnya termasuk paket sebar brosur. Dalam pertemuan tersebut beliau bercerita ingin membuat tempat kulinernya ramai, dan meski membeli waralaba namun sepenuhnya diserahkan ke mitra untuk promosi. Ketika itu saya melihat strategi dan taktik promosi yang telah dilakukan semisal sebar brosur, bagi voucher, buat paket promo hemat dan pasang spanduk di keramaian sudah dilakukan namun menurut beliau waktu itu tetap tidak berdampak, ternyata saya melihat masalahnya adalah di sekitar situ sudah banyak kuliner sejenis dan mirip namun dengan harga lebih murah dan rasanya juga enak hehehe, ini yang sering dilupakan oleh pengusaha kuliner terlalu yakin dengan brand kalau sudah merasa beli waralaba merasa pasti di jamin laris , belum tahu persaingan kuliner ayam di malang itu sangat ketat, dan memang tidak sampai 2 tahun bahkan kurang 1 tahun sudah tutup, padahal lokasi sangat strategis di sekitar UIN dan universitas lainnya. Apa yang salah? tentu butuh analisa.

Dulu trendnya ayam seperti KFC atau Sabana serba fried chicken bahkan ada yang memberikan nama ayam kampus biar unik beda dan bisa menarik namun ternyata banyak yang tutup di sekitar daerah ITN , Sigura gura. Market itu selalu bergerak , sudah menjadi hukum alam dan sunnahtullah ketika ada usaha yang sedang trend maka akan banyak yang mencoba untuk itu masuk di bisnis itu, ini sah sah saja namanya juga usaha, namun juga perlu di cermati dan di pikirkan bagaimana agar bisnis kuliner anda bisa tumbuh secara berkesinambungan , seringkali bisnis kuliner nya ramai sekitar 3 bulan sampai 6 bulan lalu semakin sepi dan ketika semakin sepi malah yang di pikirkan butuh suntikan modal dengan berhutang riba sehingga menjadi bertambah masalah nya, bukanya berpikir tentang strategi marketing dan sales serta cara mendapatkan marketshare dengan cerdas.

Amati ketika terjadi trend ayam lalapan sambal pedas , maka dalam beberapa bulan akan banyak yang ikut jualan ayam lalapan sambal pedas , ketika ramai trend kue cubit maka akan banyak juga yang ikutan jualan kue cubit, lagi ramai makanan mie ramen maka banyak bermunculan yang jualan mie ramen , mie pedas. Dan ketika anda amati misal ada 50 orang yang jualan di kota anda dengan tema sama maka bisa di pastikan hanya sedikit yang masih ada di tahun ke 3 apalagi bisa sampai tahun ke 5. tidak hanya di kota malang persaingan kuliner memang sangat ketat, saatnya anda berpikir dan siap investasi untuk membenahi strategi bisnis, marketing, branding untuk membuat bisnis anda tumbuh berkesinambungan dan tanpa tergantung riba, anda punya usaha kuliner di malang dan merasa berat persaingan kuliner ayam di malang? silahkan hubungi untuk konsultasi