Promosi yang gagal

Ada 86,400 detik dalam sehari, dan ribuan pesan iklan memenuhi kepala kastemer, mulai radio,koran,baliho,brosur,Facebook,twitter,youtube,email marketing,sales, hingga SPG yg nampak pusernya. Semuanya bertarung untuk membujuk dan seolah mengatakan “beli produk ini”.

Dalam pertempuran bisnis, yang punya amunisi dan logistik banyak, akan menggunakan strategi dominasi di segala media baik Online dan Offline.Segala strategi,taktik dan senjata marketing dikeluarkan, kalo kurang modal tinggal datang ke bank begitu pesan spanduk di pinggir jalan, yang penting harus banyak amunisi ibarat perang.
Namun saat brosur sudah di desain dan di cetak lalu disebarkan,iklan di koran sudah dipasang, radio juga iya, iklan online di FB, Adwords dan ikut pameran juga sudah, kok hasilnya tidak seperti harapan, kenapa ya.Apa harus ke eyang similikiti minta jimat seribu bidadari ? Sedangkan Argo Tagihan, pembayaran jalan terus, dan kompetitor baru dan lama juga tidak tinggal diam, benar-benar bisnis seperti perang?
Kisah diatas adalah saya tulis berdasarkan dialog yang terjadi dengan para alumni atau klien yang mengatakan bagaimana kegiatan promosi yang dilakukan belum mendatangkan hasil, apakah yang salah media nya? tentu tidak, namanya media hanya sarana, ibarat kain kanvas tergantung pelukisnya yang menggoreskan tinta lukisan hingga menghasilkan karya yang mati atau karya yang hidup.
Dari pembicaraan tersebut,setelah di telisik ternyata hampir semua tidak melakukan hal yang sangat penting dalam Strategi Marketing dan Taktik aplikasinya.
Tanpa hal ini seberapa besar amunisi yang anda miliki akan terbuang percuma dan bisa kalah sebelum perang yang sebenarnya terjadi.
Promosi yang gagal pasti ada yang kurang tepat.
Apakah itu?….
————–
Coach Anto ‘Dobrak’
PINBB 32A7FB94
Email antovif@yahoo.co.id